UTIPD UIN Jambi Lahirkan Tiga Peserta Terbaik Latsar CPNS Kemenag 2025 dengan Inovasinya Yang Menginspirasi
Jambi — Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (UTIPD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tiga pegawai muda dari unit ini berhasil meraih predikat Peserta Terbaik dalam Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2025 Angkatan XI dan XII. Bersamaan dengan itu, dari kegiatan Latsar ini pula lahir beberapa inovasi digital kampus yang kini menjadi terobosan penting, yaitu:
- Sistem Informasi Tugas Akhir Mahasiswa (SITAMA)
- Aplikasi Mobile Sutha Student
- Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) Non-ASN
Tiga ASN Muda Berprestasi dari UTIPD
Tiga pegawai muda dari Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (UTIPD) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berhasil meraih predikat peserta terbaik dalam Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2025. Mereka adalah:
- Rudi Sartono, S.Kom. (Terbaik II pada Angkatan XI);
- Lailyn Puad, S.Kom., M.Kom. (Terbaik III pada Angkatan XI);
- Andi Susanto, S.Kom.(Terbaik II pada Angkatan XII).
Ketiganya merupakan programmer yang menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Latsar CPNS Kemenag RI 2025 berkat dedikasi, kedisiplinan, dan komitmen dalam mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK serta semangat Smart ASN.
Dalam kegiatan Latsar yang berlangsung di Balai Diklat Keagamaan Padang, ketiganya tidak hanya berfokus pada pembelajaran teoretis, tetapi juga menghadirkan proyek aktualisasi yang relevan dengan kebutuhan kampus dan masyarakat akademik.
Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa UTIPD bukan hanya menjadi pusat pengelolaan teknologi informasi, tetapi juga tempat tumbuhnya ASN unggul yang siap berinovasi dan membawa perubahan.
SITAMA:

Inovasi digital yang dikembangkan oleh Rudi Sartono, S.Kom. ini merupakan sistem informasi terintegrasi yang dirancang untuk mengelola seluruh proses bimbingan tugas akhir mahasiswa di lingkungan UIN STS Jambi. Sebelum hadirnya SITAMA, proses bimbingan tugas akhir masih dilakukan secara manual dan terpisah di setiap fakultas, bahkan banyak yang masih menggunakan Google Form untuk pendataan dan monitoring. Kondisi ini sering menimbulkan kendala administrasi, verifikasi data, serta kesulitan dalam memantau progres mahasiswa.
Melalui SITAMA, seluruh proses kini dapat dilakukan secara digital — mulai dari pendaftaran tugas akhir, penentuan dosen pembimbing, pelacakan proses bimbingan, hingga pendaftaran seminar dan sidang. Sistem ini juga sudah diintegrasikan dengan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) kampus, sehingga memudahkan koordinasi lintas fakultas dan meningkatkan efisiensi layanan akademik.
Aplikasi Mobile Sutha Student:

Aplikasi Sutha Student merupakan inovasi digital yang dikembangkan oleh Lailyn Puad, S.Kom., M.Kom. sebagai bagian dari proyek aktualisasi Latsar CPNS. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah mahasiswa dalam mengakses berbagai layanan akademik secara mobile dan real-time.
Dengan Sutha Student, mahasiswa dapat:
- Melihat jadwal kuliah, nilai, dan status keuangan secara langsung;
- Melihat dokumen akademik seperti KRS, KHS, dan transkrip nilai;
- Menerima notifikasi penting dari fakultas dan universitas;
- Terhubung dengan sistem SIAKAD sehingga semua data selalu terbarui dan terintegrasi.
Aplikasi ini menjadi langkah nyata UIN STS Jambi dalam menghadirkan layanan akademik berbasis digital yang mudah diakses kapan pun dan di mana pun. Selain meningkatkan efisiensi, Sutha Student juga mencerminkan semangat kampus menuju Smart Campus berbasis teknologi informasi.
SIMPEG Non ASN:

Sementara itu, Andi Susanto, S.Kom. menghadirkan inovasi SIMPEG Non-ASN, sebuah sistem digital yang dirancang untuk mendukung pengelolaan data pegawai non-ASN di lingkungan UIN STS Jambi.
Sebelum adanya sistem ini, proses pendataan dan pelaporan kinerja pegawai non-ASN masih dilakukan secara manual melalui berkas atau spreadsheet terpisah. Hal ini sering menimbulkan keterlambatan verifikasi dan kesulitan dalam evaluasi kinerja.
Melalui SIMPEG Non-ASN, kini seluruh data pegawai dapat diakses dalam satu sistem terpadu, meliputi:
- Data personal dan riwayat kerja pegawai non-ASN
- Rekap kehadiran dan absensi digital
- Penilaian kinerja bulanan
- Integrasi laporan dengan unit kerja terkait
Selain mempercepat proses administrasi, sistem ini juga mendukung prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi birokrasi di lingkungan UIN STS Jambi.
Kepala UTIPD UIN STS Jambi Titin Agustin Nengsih, Ph.D. menyampaikan apresiasinya atas capaian ini. Menurutnya, keberhasilan tiga pegawai UTIPD sebagai peserta terbaik Latsar CPNS Kemenag RI 2025 menunjukkan kualitas SDM kampus yang terus berkembang dan siap bersaing di era digital.
“Kami sangat bangga, karena dari kegiatan Latsar ini tidak hanya lahir ASN yang berintegritas, tetapi juga inovasi nyata yang langsung memberikan dampak bagi sivitas akademika. Sutha Student, SITAMA dan SIMPEG adalah contoh bagaimana pelatihan ASN dapat melahirkan solusi digital yang bermanfaat luas,” ujarnya.
UTIPD berkomitmen untuk terus mendorong budaya inovasi di lingkungan UIN STS Jambi. Ke depan, pengembangan sistem seperti SITAMA akan menjadi pondasi penting dalam mendukung transformasi digital di bidang akademik, administrasi, dan pelayanan publik.
Dengan semangat kolaboratif dan nilai-nilai ASN BerAKHLAK, diharapkan prestasi dan inovasi dari pegawai UTIPD ini dapat menginspirasi unit lain untuk melakukan hal serupa — menjadikan setiap kegiatan pelatihan dan pembinaan ASN sebagai wahana lahirnya ide-ide baru yang berdampak positif bagi kemajuan kampus. Keberhasilan tiga pegawai UTIPD UIN STS Jambi — Rudi Sartono, Lailyn Puad, dan Andi Susanto — dalam ajang Latsar CPNS Kemenag RI 2025 sekaligus melahirkan beberapa inovasi sarat manfaat menjadi cerminan bahwa inovasi lahir dari semangat pembelajaran dan pengabdian. UIN STS Jambi melalui UTIPD terus berupaya menjadi pelopor dalam mencetak ASN unggul, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik berbasis teknologi.