UTIPD UIN STS Jambi Gelar Assessment POC Sistem Keamanan Jaringan Bersama PT PGAS Telekomunikasi Nusantara
Muaro Jambi, 21 Oktober 2025 — Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (UTIPD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melaksanakan kegiatan Assessment Proof of Concept (POC) bersama PT PGAS Telekomunikasi Nusantara. Kegiatan yang digelar pada 20 Oktober 2025 ini bertujuan untuk menguji sekaligus mengevaluasi efektivitas sistem keamanan jaringan di lingkungan UIN STS Jambi.
Kepala UTIPD, Agustin Ningsih, S.Si., M.Si., Ph.D, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan infrastruktur teknologi informasi dan keamanan siber universitas.
“Melalui kegiatan POC ini, kami ingin memastikan sistem keamanan jaringan kampus berada pada level yang optimal dan siap menghadapi potensi ancaman digital,” ungkapnya.
Hasil Temuan Assessment
Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis sistem Security Information and Event Management (SIEM) selama periode September 2025, diperoleh beberapa temuan penting:
- Postur risiko keamanan UIN STS Jambi berada pada tingkat Medium.
- Ditemukan aktivitas brute force yang cukup masif terhadap layanan publik universitas.
- Ditemukan celah autentikasi dan kontrol akses pada layanan yang terhubung ke jaringan eksternal.
- Belum tersedia lapisan Intrusion Prevention System (IPS) seperti Firewall dan Web Application Firewall (WAF).
- Sistem SIEM as a Service berjalan stabil tanpa downtime, dengan performa optimal.
- Namun, belum semua perangkat jaringan terintegrasi penuh dengan sistem SIEM universitas.
Rekomendasi Teknis Penguatan Keamanan
Sebagai tindak lanjut hasil POC, tim merekomendasikan langkah-langkah strategis berikut untuk memperkuat keamanan jaringan universitas:
- Aktivasi Multi-Factor Authentication (MFA) bagi seluruh akun administrator.
- Implementasi Web Application Firewall (WAF) pada layanan publik.
- Penguatan kebijakan akses dan penambahan account lockout policy untuk memblokir upaya login mencurigakan.
- Penerapan rate limiting dan captcha di halaman login publik.
- Sosialisasi keamanan siber internal serta pelatihan bagi tim teknis.
- Segmentasi jaringan dan hardening sistem, termasuk pembatasan akses hanya lewat jaringan internal atau VPN.
- Pembaruan patch keamanan Cleo Harmony versi terbaru dan penerapan TLS 1.3 untuk komunikasi data yang lebih aman.
Kesimpulan
Dari hasil POC, disimpulkan bahwa sistem keamanan jaringan UIN STS Jambi sudah memiliki dasar yang baik, namun masih diperlukan penguatan pada aspek autentikasi, firewall, dan pelatihan keamanan siber internal.
UTIPD menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keamanan infrastruktur digital kampus agar layanan akademik dan administrasi berbasis teknologi dapat berjalan lebih aman, cepat, dan andal.